Anggota CISAH Ziarah Makam Kesultanan Samudra Pasai Periode Ke-3

makam bate bale
Anggota CISAH foto bersama anak yatim pada acara ziarah di komplek pemakaman Kesultanan Samudra Pasai Periode ke-3, di Blang Mee Kec. Samudra, Aceh Utara, Minggu (7/7/2013) Ad- Alam/CISAH

SEBANYAK 30 anggota Central Information for Samudra Pasai Heritage (Cisah) Lhokseumawe berziarah ke kompleks pemakaman kesultanan Samudra Pasai periode ketiga, di Desa Meunasah Meucat, Blang Mee, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Minggu, 7 Juli 2013.

Dalam kegiatan ziarah tersebut, Cisah membagikan kenduri untuk 19 anak yatim. Puluhan anak lainnya dan kaum ibu desa setempat juga kebagian kenduri. Turut hadir Geuchik Meunasah Meucat, Jamil Harun, Imum Meunasah Meucat Teungku Nurdin Jafar dan pimpinan dayah di desa itu Teungku Buloh yang memimpin doa bersama.

“Kegiatan ziarah ini juga untuk menyambut bulan suci Ramadan,” kata Mawardi Ismail, Sekretaris Cisah kepada ATJEHPOSTcom.

Kompleks pemakaman kesultanan Samudra Pasai di Desa Meunasah Meucat tersebut sering disebut Jrat Teungku Batee Balee. Hasil penelitian tim Cisah, di kompleks pemakaman itu dimakamkan sultan-sultan Samudra Pasai periode ketiga. Di antaranya:

– Sultan Shalahuddin (wafat 866 H/1462 M)
– Sultan Abu Zaid Ahmad (wafat 870 H/1466 M)
– Sultan Mu’izzuddunya waddin Ahmad (wafat 870 H/1466 M)
– Sultan Mahmud (wafat 872 H/1468 M)
– Sultan Muhammad Syah (wafat 900 H/1495 M).
– Sultan Al-Kamil bin Manshur (wafat 900 H/1495 M)
– Sultan ‘Adlullah bin Manshur (wafat 911 H/1506 M)
– Sultan Muhammad Syah III (wafat 912 H/1507 M)
– Sultan ‘Abdullah bin Mahmud (wafat 914 H/1509 M)
– Khoja Sultan Ahmad (wafat 919 H/1514 M)
– Sultan Zainal ‘Abidin IV (wafat 923 H/1517 M)

“Sultan-sultan tersebut mencetak mata uang (dirham) atas nama mereka masing-masing. Sebagian besar dirham itu sudah pernah ditemukan di kawasan tinggalan sejarah Samudra Pasai,” ujar Mawardi Ismail.

Pantauan ATJEHPOSTcom, di kompleks makam ini ada puluhan nisan berinskripsi atau bersurat (tulisan bahasa Arab). Nisan-nisan tampak seperti prajurit berbaris rapi.

Kompleks pemakaman kesultanan itu terlihat bersih dan terawat. Namun di luar kompleks banyak semak-semak dan tumbuhan liar. Masyarakat setempat berharap kepedulian pemerintah dan pihak terkait lainya untuk membersihkan lokasi tersebut agar tidak menjadi hutan. Sebab di luar kompleks pemakaman kesultanan itu juga banyak makam pemuka Kerajaan Samudra Pasai.[]

Sumber : atjehpost.com