CISAH Evakuasi Tinggalan Sejarah yang Terancam Hilang

evakuasi nisan
Anggota Cisah melakukan evakuasi batu nisan di Gampong Jeulikat Kota Lhokseumawe (foto:khairul/CISAH)

LHOKSEUMAWE –  Tim Central Information for Samudra Pasai Heritage (CISAH) melakukan  penyelamatan terhadap tinggalan sejarah di bekas kompleks permukiman dan pemakaman kuno zaman Samudra Pasai di Gampong Jeulikat, Kecamatan  Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Rabu (13/11/2013).

Penyelamatan tersebut dilakukan karena di wilayah lokasi situs itu sekarang sedang dilakukan perataan lahan seluas 10 hektar untuk pembangunan perumahan Pegawai Negeri Sipil. Tim Cisah bersama beberapa perangkat gampong dan dibantu pengawas proyek tersebut untuk melakukan pencarian kembali puluhan batu nisan yang sudah tidak pada posisi aslinya.

Pantaun Misykah.com, selain batu nisan, tim juga menemukan banyak pecahan tembikar dan pecahan batu yang diduga sisa pemahatan nisan, sudah berserakan dan bercampur dengan pecahan tembikar, tertimbun karena terkena alat berat jenis buldozer. Banyak dari batu nisan yang ditemukan itu sudah dalam keadaan rusak dan patah, bahkan ada yang hancur berkeping-keping.

Namun menurut Munir, pengawas  proyek perumahan tersebut, ada satu kompleks yang diselamatkan dari pengerukan lahan itu. “Komplek pemakaman kuno yang masih utuh dikenal dengan komplek Jirat Batee Teungku Meutarah, disitu komplek terbesar di antara komplek lainya di kawasan tersebut, dan disitu ada tiga pasang nisan yang berinskripsi,” ujar Munir.

Batu nisan, pecahan tembikar dan batu sisa pahatan nisan yang berhasil dikumpulkan tim Cisah dengan izin perangkat gampong dan pengawas proyek, kemudian dibawa ke sekretariat Cisah untuk diselamatkan serta dilakukan pendataan ulang untuk kepentingan penelitian. “Mungkin suatu waktu, apabila kondisinya sudah memungkinkan maka temuan tersebut akan direlokasikan ke komplek Jirat Teungku Bate Meutarah,” kata Ketua CISAH, Abdul Hamid.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim CISAH bersama peneliti sejarah kebudayaan Islam, Taqiyuddin Muhammad pada tahun 2011 di lokasi seluas 10 hektare tersebut, ditemukan dua komplek makam zaman Samudra Pasai beragam jenis batu nisan. Di antaranya, ada yang berinskripsi Arab dan bermotif floris.

“Disana kami juga menemukan pecahan tembikar di beberapa titik,dan serpihan batu yang diyakini dari sisa pembuatan batu nisan. Semua tinggalan tersebut sudah pernah didata dan didokumentasikan pada posisi aslinya saat survei tahun 2011,” kata Abdul Hamid.(HZ)