CISAH Sesalkan Pemkot Lhokseumawe tak Peduli Situs Sejarah

jeulikat
Seorang berjalan diatara tumpukan Nisan tinggalan sejarah di lokasi pengerukan lahan Gampong Jeulikat Kota Lhokseumawe (Foto : Safar/CISAH)

LHOKSEUMAWE – Tim Central Information for Samudra Pasai Heritage (CISAH) kembali meninjau situs peninggalan sejarah Kerajaan Islam Samudra Pasai di kawasan Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Senin (9/12/2013). Di lokasi tersebut sedang dibangun perumahan pegawai negeri sipil atau PNS oleh pihak pengusaha yang bekerja dengan pemerintah.

“Dalam peninjauan kali ini, kita melakukan pengukuran terhadap sejumlah kompleks makam yang sudah dibongkar oleh pekerja proyek pembangunan perumahan PNS di lokasi tersebut. Kita juga mendata ulang situs-situs makam di kawasan Jeulikat itu,” kata Ketua CISAH, Abdul Hamid kepada misykah.com.

Di lokasi tersebut, tim CISAH menemukan pecahan keramik peninggalan sejarah Kerajaan Samudra Pasai. “Ini membuktikan dulunya tempat ini sebagai pemukiman yang ramai dihuni masyarakat zaman Samudra Pasai,” ujar Abdul Hamid.

Abdul Hamid menyesalkan pengambil kebijakan di Pemerintah Kota Lhokseumawe yang dinilai tidak peduli terhadap situs sejarah. Padahal, kata dia, peninggalan sejarah adalah warisan yang seharusnya dijaga. Sebab hal itu sebagai bukti bangsa ini punya sejarah besar.

“Bukan malah merusak situs sejarah dengan membangun perumahan PNS. Kalau pihak Pemko Lhokseumawe tidak mengetahui tentang situs-situs sejarah di kawasan Jeulikat, mestinya berkoordinasi atau meminta masukan pada pihak yang bisa memberikan penjelasan menyangkut sejarah,” kata Abdul Hamid.

Pantauan tim CISAH, pembangunan perumahan PNS di lokasi tersebut mengakibatkan sejumlah nisan makam peninggalan sejarah tergusur, tertimbun tanah dan patah. (safar syuhada)

 

Berita Sebelumnya :

Cisah Evakuasi Sejumlah Situs yang Terancam Hilang

Cisah Tinjau Situs Jeulikat