CISAH Tinjau Kompleks Pemakaman Kuno di Paya Uleu Aceh Utara

Tgk.Cut-kumuneng
Komplek Pemakaman Tinggalan Sejarah zaman samudra pasai di Gampoeng Paya Uleu Kec. Banda Baroe, Aceh Utara 7/11/2013. (Foto : Khairul syuhada/CISAH)

ACEH UTARA  – TIM Central Information for Samudra Pasai Heritage (CISAH), Kamis (7/11/2013), melakukan tinjauan awal di situs makam  tinggalan sejarah zaman Samudra Pasai yang berada di Gampong Paya Uleu, Kec. Bandar Baro, Aceh Utara.

Di kompleks makam yang berada di atas gundukan areal persawahan itu terdapat 22 batu nisan. Di antaranya makam Tgk.Cut Kumuneng. Namun warga setempat tidak mengetahui asal-usul penamaan makam tersebut. Warga menyebutkan makam-makam tersebut sudah ada sejak masa silam dan dikenal dengan nama Tgk.Cut Kumuneng. Hal itu dijelaskan Adi Yanda, salah seorang warga setempat kepada Misykah.com.

Lokasi makam Tgk.Cut Kumuneng sudah diberikan pembatas semen persegi empat, hal itu dilakukan oleh masyarakat karena biasanya mereka sebelum turun kesawah (memulai menanan padi ) mengadakan kanduri blang serta kanduri nazar.

Salah seorang anggota tim CISAH mendapat informasi dari warga setempat bahwa tidak jauh dari komplek makam Tgk.Cut Kumuneng ada kompleks makam Tgk.Paya Cirih. Kompleks pemakaman tersebut juga berada di atas gundukan tanah dan di sekelilingnya terdapat payau sehingga warga menamai makam itu dengan Tgk.Paya Cirih. Sebaran batu nisan yang berada pada kompleks itu sebanyak 28 batu nisan dengan berbagai motif.

Kondisi makam Tgk.Paya Cirih tidak diberikan pembatas, kompleks makam tersebut tidak terawat sama sekali. “Padahal dulunya pada komplek makam tersebut sering diadakan kenduri nazar ataupun kenduri lainnya” ujar Adi Yanda.[sgt]