Disbudpar Banda Aceh akan Studi Arkeologis di Situs Sejarah Pangoe Deah

pangoedeah
Komplek Makam Tinggalan Zaman Kerajaan Aceh Darussalam di Gampong Pangoe Deah Kec. Ule Kareng – Banda Aceh (foto: Dok MAPESA)

BANDA ACEH –  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh akhirnya menindaklanjuti permintaaan sejumlah LSM peduli sejarah terkait penyelamatan situs-situs sejarah. Informasi tersebut diperoleh Ketua LSM Masyarakat Peduli Sejarah atau Mapesa, Muhajir saat bersilaturrahmi ke Disbudpar Kota Banda Aceh, Jumat (29/11/2013).

Muhajir yang dihubungi Misykah.com, Jumat malam, mengatakan Disbudpar Banda Aceh akan menindak lanjuti kasus kompleks makam di Pangoe Deah dengan menyurati Dinas Pekerjaan Umum dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) Kota Banda Aceh.

“Melalui surat itu, Disbudpar akan memberitahukan kepada dua instansi tersebut menyangkut keberadaan kompleks makam Pangoe Deah dan diminta untuk tetap memelihara kompleks makam tersebut jika dilakukan pembangunan rumah sakit di kawasan itu nantinya,” ujar Muhajir mengutip penjelasan pihak Disbudpar.

Tembusan surat tersebut disampaikan kepada Wali Kota Banda Aceh, Disbudpar Aceh, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Camat Ulee Kareng dan LSM Mapesa.

“Disbudpar juga menyatakan akan melakukan studi arkeologis di kompleks makam tersebut pada tahun 2014 untuk penetapan situs cagar budaya,” kata Muhajir.

Terkait kawasan Gampong Pande, kata Muhajir, Disbudpar Provinsi Aceh dan Disbudpar Kota Banda Aceh, BPCB dan BPNB telah mengirim rekomendasi kepada gubernur tentang lokasi tinggalan sejarah tersebut.

“Untuk kawasan ini, Disbudpar Kota Banda Aceh telah melakukan studi arkeologis bersama Balai Arkeologi Medan. Bahkan dinas telah membuat gambar desain teknik. Nantinya di kawasan Gampong Pande akan dilakukan pemugaran kawasan sejarah serta dibangun museum. Dan, Alhamdulillah, pihak dinas telah membeli sebagian koin emas yang ditemukan oleh masyarakat,” ujarnya.(mwi)