Dua Peneliti Internasional Kunjungi Situs Lamreh

mc cinon
Peneliti internasional, E. Edwards McKinnon dan Othman Yatim, serta Arkeolog Aceh Deddy Satria, berbincang dengan Anggota CISAH saat mengunjungi situs sejarah di Lamreh Kamis (26/09/2013). Foto:Mizuar/CISAH

DUA peneliti internasional, E. Edwards McKinnon dan Othman Yatim, serta Arkeolog Aceh Deddy Satria, mengunjungi situs sejarah di Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, Kamis, 26 September 2013.

Edwards McKinnon, Othman Yatim dan Deddy Satria datang ke situs sejarah tersebut ditemani tim Central Information for Samudra Pasai Heritage (Cisah) dan Masyarakat Peduli Sejarah Aceh atau Mapesa.

“Edwards McKinnon dan Othman Yatim berada di Banda Aceh sebagai pemateri seminar budaya dan sejarah dalam rangkaian PKA (Pekan Kebudayaan Aceh) ke-6. Beliau bersama Bang Deddy Satria meminta Cisah dan Mapesa menemani mereka berkunjung ke situs Lamreh,” kata Mawardi Ismail, Sekretaris Cisah kepada ATJEHPOSTcom lewat telpon seluler, sore tadi.

Tim Cisah dan Mapesa, kata Mawardi, mengajak mereka ke lokasi empat makam masa Kerajaan Islam Lamuri. Yaitu, kompleks makam Maulana Qadhi Sadirul Islam Ismail, Sirajul Mulk, kompleks makam di situs Inong Balee dan kompleks makam Malik Syamsuddin.

“Makam-makam ini diketahui nama pemiliknya dari hasil bacaan ahli Epigraph Aceh Ustad Taqiyuddin Muhammad saat melakukan penelitian bersama Cisah ke situs Lamreh tahun lalu,” ujar Mawardi.

Menurut Mawardi, Othman Yatim, peneliti sejarah asal Malaysia yang sebelumnya menulis buku “Batu Aceh in Peninsular Malaysia”, sangat bersemangat ketika menaiki bukit-bukit dekat pantai Lamreh.

“Pak Yatim (panggilan akrab Othman Yatim) mengatakan berjalan di sini seperti berjalan di atas emas. Beliau mengatakan itu sambil melihat-lihat pemandangan di bukit Lamreh,” kata Mawardi. “Maksud Pak Yatim ‘seperti berjalan di atas emas’ ialah tanah Aceh ini penuh dengan khazanah sejarah”.

Othman Yatim, kata Mawardi, baru pertama kali mengunjungi situs Lamreh. Namun, Yatim menyampaikan kepada tim Cisah bahwa ia pernah meneliti sejarah di bekas Kerajaan Samudra Pasai pada tahun 1980-an. Sedangkan Edwards McKinnon, Arkeolog yang pernah meneliti sejarah di situs Lamreh tersebut.

“Peneliti sejarah internasional itu berharap situs Lamreh dilestarikan dan dipugar dengan layak, ini sama seperti harapan kita. Kita melihat belum ada pemugaran untuk kompleks-kompleks makam bersejarah ini, masih sangat memprihatinkan,” kata Mawardi.

Pada bagian lain, Mawardi menyebutkan, “Tadi malam kita bertemu di hotel tempat Pak Yatim menginap di Banda Aceh, kita berikan booklet (buku berukuran kecil, berisi sebagian sejarah Samudra Pasai yang ditulis Taqiyuddin Muhammad). Pak Yatim sangat senang dan berulang kali menitip salam untuk Ustad Taqiyuddin Muhammad”.

Mawardi menambahkan, Othman Yatim menyatakan sangat ingin bertemu dengan Taqiyuddin Muhammad pada suatu waktu nantinya. “Beliau sudah mendengar tentang sosok Ustad Taqiyuddin yang selama ini meneliti sejarah Samudra Pasai, karena itu beliau ingin bertemu,” katanya.[]

Sumber : atjehpost.com