Mahasiswa Minta Pemkab Aceh Utara Kembalikan Aset Sejarah Rumah Cut Meutia

Mahasiswa di Rumah Cut Meutia
Diskusi antara pemerintah, mahasiswa dan masyarakat

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-Aceh dan Komunitas Rangkang Cut Meutia menggelar acara bakti sosial dengan tema Sehari Bersama Cut Meutia. Acara ini diadakan pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2013 di halaman objek wisata sejarah Rumah Cut Meutia Desa Masjid Pirak Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Selain bakti sosial, mahasiswa juga menggelar kegiatan diskusi terbuka untuk membahas seputar objek wisata sejarah Rumah Cut Meutia yang selama ini terkesan diabaikan.

Sesi diskusi dan tanya jawab dihadiri oleh Drs. Jamaluddin, M.Pd dari Disdikpora Aceh Utara, T. Hidayatuddin, SE mantan Komisioner KIP Aceh Utara dan Mawardi Ismail sebagai perwakilan dari Central Information for Samudra Pasai Heritage (CISAH).

Diskusi terbuka yang berlangsung selama dua jam menghasilkan beberapa rekomendasi yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Diantaranya adalah mahasiswa dan masyarakat meminta agar aset inventaris rumah Cut Meutia yang telah dibawa ke Museum Aceh di Banda Aceh segera dikembalikan, kemudian meminta agar Pemkab menyediakan satu unit perpustakaan di komplek rumah Cut Meutia, dan yang terakhir adalah kebutuhan akan sarana pendidikan unggul mulai dari Taman Kanak-kanak sampai dengan SMA.

“Selama ini banyak sekali pengunjung kecewa terhadap minimnya aset yang bisa disaksikan sebagai bukti kebesaran sejarah perjuangan Cut Meutia. Selain itu, informasi yang bisa diperoleh pun sangat sedikit”. Ujar Joel Karnaen, Koordinator kegiatan.

Joel Karnaen menambahkan, “Rumah Cut Meutia adalah situs sejarah, namun sayang sekali aset disini kurang perhatian pemerintah, padahal bila ditelusuri dari banyaknya pengunjung setiap harinya, bisa untuk menambah Pendapatan Asli Daerah(PAD)”.

Pada saat pembukaan, Drs Jamaluddin, M.Pd yang saat itu mewakili Bupati Aceh Utara memberikan dukungan sepenuhnya kepada mahasiswa  seraya mengingatkan bahwa bukan berarti selama ini pejabat melupakan, tapi setelah lebih dari 30 tahun dalam konflik ditambah dengan musibah bencana tsunami 2004, persoalannya bukanlah melupakan, tapi paling tidak, hari ini kita telah berbuat dan kita tahu apa yang harus kita lakukan kedepan, inilah tanda bangsa yang mulia. Ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Muspida Plus Aceh Utara, Keluarga Besar Cut Meutia, Para Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), LSM dan 500an tamu lainnya dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat sekitar. Acara kemudian diakhiri dengan bakti sosial membersihkan komplek rumah Cut Meutia dan makan siang dengan menu kuah pliek ikan asin khas Aceh yang disediakan seadanya oleh mahasiswa. [m1a]