Mapesa Tagih Janji Pemkot Banda Aceh Untuk Melestarikan Koin Dirham

Banda Aceh – Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) mempertanyakan usaha yang telah dilakukan pemerintah Kota Banda Aceh dalam menyelamatkan koin emas yang sebagian besar telah dijual oleh warga yang menemukannya.
Sekretaris Mapesa, Mizuar mengatakan mereka belum melihat adanya upaya Pemerintah kota Banda Aceh dalam menyelamatkan dirham tersebut.
“Sejauh ini kami belum melihat upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam penyelamatan dirham yang ditemukan warga  di Kuala Gampong Pande,” Ujarnya.

Jika pemerintah telah berupaya untuk pelestarian koin emas tersebut, Mapesa  menyarankan agar hal tersebut disampaikan ke publik agar masyarakat bisa menilai keseriusan Pemerintah dalam hal ini.

“Seandainya Pemerintah Kota Banda Aceh telah melakukan pendataan tentang penemuan ini, maka ini perlu untuk disampaikan ke publik. Agar masyarakat bisa melihat bagaimana komitmen Pemerintah dalam pelestarian koin emas yang merupakan bukti kejayaan Kesultanan Aceh,” tandasnya.

Sebelumnya Wakil Walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE berjanji akan mendata koin-koin emas tersebut dan diberi penghargaan kepada penemu sebagaimana dimuat pada okezone.com (13/11/2013).

Selain itu, Kabid Meseum dan Cagar Budaya Mapesa, Edi Rahmani berharap kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk melestarikan makam-makam tua yang ada di kawasan penemuan koin dirham tersebut.

“Tempat penemuan dirham ini merupakan kawasan penting pada masa kesultanan.  Aceh dulunya, karena itu selain daripada penemuan dirham itu sendiri. Pemerintah Kota Banda Aceh juga harus melestarikan komplek-kompek makam Kesultanan yang berada di kawasan tersebut” ujarnya

Edi pun berpesan Pemerintah Kota Banda Aceh menjadikan kawasan Gampong Pande sebagai Pusat Wisata Sejarah Aceh. “Karena disitulah diyakini awalnya pusat Kesultanan Aceh dan asal muasal dari kota Banda Aceh ini sendiri,” tutupnya. (rilis)