MAPESA terima Penghargaan Banda Aceh Heritage Award

banda aceh heritage award
Tamu undangan yang menghadiri acara ” Malam Banda Aceh Heritage Award ” tampak duduk dan mengikuti acara penganugrahan tokoh sejarawan dan budayawan sampai dengan selesai [photo: Irfan M. Nur/Glamour Pro]

Acara puncak HUT-Kota Banda Aceh yang ke-809 yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh dikemas dalam sebuah acara yang bertajuk “Malam Banda Aceh Heritage” berlangsung sukses di  Amel Convention Hall di Kawasan Lambhuk, Banda Aceh, Sabtu Malam, 26 April 2013.

Acara penyerahan anugrah kepada tokoh-tokoh sejarawan yang selama ini telah banyak berkecimplung dalam hal-hal pelestarian sejarah serta mempertahankan nilai-nilai sejarah di Kota Banda Aceh, ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Aceh, khususnya di Banda Aceh, hal tersebut di ungkapkan oleh Juny Dasman Selaku Ketua Panitia kegiatan.

Acara yang berlangsung dengan sambutan oleh Plh. Walikota Banda Aceh Hj. Iliza Sa’aduddin Djamal, SE, dalam pidato sambutannya, beliau mengajak seluruh masyarakat Kota Banda Aceh untuk menghargai sejarah, karena sejarah merupakan indikator menuju bangsa yang maju dan bermartabat. Sama- merawat serta melestarikan peninggalan sejarah agar anak cucu bisa menyaksikannya kelak dan menjadi pelajaran serta pengajaran untuk kita dan generasi selanjutnya.

Adapun pemberian anugrah untuk tokoh-tokoh sejarawan dan budayawan itu dilakukan dalam katagori masing-masing, diantaranya katagori Komunitas Penggiat Sejarah diberikan Kepada Komunitas Masyarakat Aceh Peduli Sejarah (MAPESA) yang diwakili oleh Mizuar Mahdi, selaku Sejen MAPESA.

Mizuar Mahdi, di sela-sela acara saat ditemui misykah.com  mengungkapkan, “ajang penganugrahan ini semoga saja tidak sebatas seremonial saja, tapi kami berharap agar pemerintah turut serta dalam merawat tinggalan Sejarah Kerajaan Islam Aceh Darussalam khususnya nisan-nisan yang kian hari kondisinya sangat memprihatinkan”.

“Beberapa diantara ; makam Syeaikh Tuan Kamil serta Putri Sulthan Alaiddin Ri’ayat Syah bin Sulthan ‘ali Mughayat Syah di areal tambak Gampong Pande, komplek para menteri di kawasan Punge Blangcut, Komplek Syaikh Mahmud di Gampong Blang Cut Simpang Surabaya, serta ribuan nisan-nisan yang tersebar diseluruh Kota Banda Aceh yang selama ini diindikasi pemiliknya ialah tokoh-tokoh  pembesar Zaman Kerajaan Aceh Darussalam yang sampai saat ini masih belum dilestarikan. Padahal ini aset Kota dan sangat potensial.” Tutup Mizuar. [Safar syuhada]