Kompleks Makam Terbenam bawah Tanah di Gampong Pie, Aceh Utara

1
Lokasi kompleks makam dari zaman Samudra Pasai yang terbenam ke dalam tanah dan ditemukan warga saat pembuatan lahan sawah. (Foto: Khairul Syuhada)

SELANG sebulan semenjak warga Geudong digemparkan penemuan dua batu nisan tinggalan sejarah Samudra Pasai yang terbenam dalam Krueng Pase, kini, peristiwa serupa juga terjadi di Gampong Pie, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, yang hanya berjarak beberapa kilometer saja dari Geudong. Namun, kali ini tidak hanya beberapa batu nisan yang ditemukan, tapi malah sebuah kompleks makam dari zaman Samudra Pasai. Kompleks makam yang terdiri dari puluhan batu nisan kuno yang sudah berkalang abad terbenam dalam tanah itu ditemukan warga Gampong Pie (Ulee Blang) sejak Rabu, 26/2/2014.

“Mula-mula, hanya tiga batu nisan saja yang terlihat di atas permukaan tanah saat kami akan mencangkul sebidang tanah yang akan kami jadikan sebagai areal sawah. Tapi setelah mencangkul di bagian ini, kami terkejut karena di bawah tanah yang kami cangkul ternyata banyak sekali batu-batu nisan,” tutur  Zainal Abidin, 45, warga Gampong Pie, kepada misykah.com.

Zainal Abidin, yang juga akrab dipanggil dengan Gechik Non, memastikan, semenjak 80 tahun terakhir tidak ada seorang pun yang mengetahui tentang keberadaan kompleks makam bersejarah ini. “Tempat ini, dulunya, dipenuhi semak-semak, dan setahu saya belum pernah diolah menjadi lahan tanam padi. Jadi tidak pernah ada yang tahu ada batu-batu nisan yang sudah terkubur dalam tanah,” kata Zainal.

Di dekat lokasi tersebut juga dijumpai beberapa kompleks makam bersejarah yang masih terabaikan dan belum tercatat sebagai situs cagar budaya. Di kompleks makam yang berdekatan itu, Zainal pernah melihat batu nisan putih (mungkin, batu nisan marmer-red), tapi sekarang, katanya, batu putih tidak pernah terlihat lagi.

Kompleks yang baru ditemukan ini berada tidak jauh dari kompleks makam Na’ina Husamuddin bin Naina Amin, seorang tokoh Samudra Pasai di abad ke-15. Seperti diketahui, nisan makam Naina Husamuddin ini terbuat dari marmer, dan pada nisannya terpahat bait-bait syair Sa’diy Asy-Syirazi yang terkenal.

Menanggapi perihal temuan tersebut, Geuchik (kepala desa) Gampoeng Pie, Zainal Ardi yang hadir di lokasi penemuan berharap supaya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui dinas terkait dapat melestarikan kompleks makam ini.

“Kompleks makam bersejarah ini hendaknya dapat dirawat seperti halnya kompleks Naina Husamuddin. Selain karena kedua lokasinya berdekatan, juga agar jejak sejarah ini tidak pupus lagi setelah hilang ditelan tanah berabad yang silam,” kata Zainal Ardi. [Safar syuhada]

Lihat foto-foto lainnya:

 

Baca Juga :

Nisan Makam ditemukan dalam Sungai Masyarakat Heboh
Nisan dalam Krueng Pase Milik Puteri Kerajaan