Pedir Raya Festival, KPAA Diskusi Kebudayaan Bersama Siswa

kpaa
Stand Komunitas Pakaian Adat Aceh, sesaat sebelum berlangsung acara diskusi bersama sejumlah siswa di acara Pedir Raya Festifal [Foto: Misykah.com]
SETELAH berlangsung selama sepekan, Pedir Raya Festival (PRF) di Lapangan Ratu Safiatuddin Keunire, Kota Sigli, resmi ditutup pada Jum’at malam 19/09/2014. Salah satu stand yang paling menonjol dengan menampilkan beragam kebudayaan, adat, serta sejarah Pidie masa lampau yaitu Komunitas Pakaian Adat Aceh (KPAA). Hal ini tampak dari antusias masyarakat yang memadati stand berukuran 4 x 4 meter itu setiap harinya.

Alhamdulillah kami bisa berkontribusi dalam Pedir Raya Festival dengan maksimal, pengunjung terlihat sangat tertarik untuk mengetahui semua yang ada di Pidie pada masa silam” kata Muhajir, Wakil Ketua KPAA kepada misykah.com

Hari terakhir festival, Focus Group Discussion (FGD) digelar oleh KPAA bertajuk ‘’Mengenal Warisan Sejarah Pedir Lebih Dekat” di stand tersebut. Forum diskusi selama satu jam itu dihadiri sekitar 25 siswa tingkat SMU, SLTP dan sederjat dari beberapa sekolah di kota Sigli dan sekitarnya.

Menurut Khairul Syuhada, acara diskusi ini bentuk sosialisasi supaya remaja-remaja sekarang lebih mengenal tentang warisan yang dimiliki pidie. “Dan yang lebih penting agar mereka bisa melestarikannya dengan baik,” tuturnya seusai acara kemarin sore.

“Semua informasi tentang temuan artefak bersejarah di Pidie yang pernah kita dokumentasikan dalam ekspedisi awal pada akhir tahun 2013 lalu juga ikut kita paparkan dalam acara tadi. Kita melihat respon yang luar biasa dari peserta, karena sebagian lokasi keberadaan artefak itu di kawasan tempat tinggal mereka,” papar Khairul.

Keramaian pengunjung stand KPAA tidak terbendung, bahkan sebagiannya rela berdesak-desakan agar bisa ikut acara diskusi.  “Saya bangga dengan warisan yang kita miliki, banyak hal yang saya dapatkan dari acara diskusi ini. Saya harap  acara seperti ini bisa diadakan di sekolah-sekolah nantinya,” ungkap Hendri (19), siswa MAN 1 Sigli.

Seusai acara diskusi tersebut, peserta juga dibekali dengan buletin tinggalan sejarah di Kabupaten Pidie yang dibagikan oleh pemateri. (Putra)