Sekretaris PNRI Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Aceh Kumpulkan Manuskrip

Dedi Junaedi (Sekretaris Perpunas RI) pada saat pembukaan roadshow perpusnas RI 2014 di Aceh Utara

Ratusan peserta kalangan mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia yang sedang melakukan Pertemuan Nasional Pramuka Perguruan Tinggi (PNPT) memadati ruang aula gedung Universitas Malikussaleh Kabupaten Aceh Utara. Rabu, 10 Agustus 2014. Hal ini mereka lakukan guna mengikuti acara road show yang di gelar oleh Perpustakaan Kabupaten Aceh Utara bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) dalam rangka meningkatkan minat baca bagi mahasiswa dan masyarakat.

Acara yang mengambil tema “Perpustakaan Cerdaskan Bangsa Wujudkan Indonesia Gemar Membaca” ini di buka oleh Drs. Anwar Adlin, Asisten I Kabupaten Aceh Utara sebagai perwakilan dari Bupati Aceh Utara. Ikut hadir sebagai narasumber, Dedi Junaidi, M.Si yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muslim, SHI, MM dari Anggota Komisi X DPR RI, serta H. M. Haikal, SE.MM, Kepala Biro Humas Unimal.

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI, H. Dedi Junaedi, M.Si dalam sambutannya mengatakan tentang pentingnya budaya dan minat membaca bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ia juga membahas tentang khazanah peninggalan budaya bangsa. Untuk Aceh, Dedi meminta agar mahasiswa dan masyarakat ikut mengumpulkan manuskrip-manuskrip tingggalan kebudayaan Aceh masa lalu.

“Saya memohon, masyarakat Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe apabila memiliki dan menemukan naskah-naskah kuno, informasikan ke perpustakaan umum kabupaten dan perpustakaan nasional untuk kita lestarikan, kita presentasi sekaligus kita berdayakan”, ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, pria yang memperistri wanita asal Aceh Selatan ini juga mencemaskan akan hilangnya manuskrip-manuskrip Aceh, termasuk menyebar ke negara lain, terutama di Malaysia. Maka untuk itu, ia membentuk tim untuk mengumpulkannya dan berjanji pihak pemerintah akan memberikan kompensasi kepada siapa saja yang memilikinya.

“Kami dari Jakarta mengadakan tim hunting ke daerah-daerah mencari dan mendata tentang naskah-naskah kuno tersebut, dan kami akan memberikan kompensasi kepada masyarakat. Sebelum merdeka naskah- naskah kita tersimpan di Leiden, Belanda, dan yang sudah di setujui oleh UNESCO menjadi naskah milik dunia adalah Negarakertagama, itu sudah tidak bisa lagi di klaim oleh negara lain”. Tegas Dedi.

Sementara itu, informasi yang didapat Misykah.com dari website resmi Perpusnas RI menginformasikan bahwa roadshow semacam ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan tiap tahun. Program serupa diadakan secara bergilir di tiap-tiap provinsi, dan untuk tahun 2014, provinsi terpilih antara lain, Kepulauan Riau, Bengkulu, Aceh, Bali, Kalimantan Tengah, Bangka-Belitung dan Sulawesi Tenggara. [Mawardi Ismail]